Kamis, 18 Juli 2013
Komputer Akuntansi ( D3 )
12.1. Pendahuluan
Program studi Komputerisasi Akuntansi merupakan program studi yang berusia relatif muda dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja pada industri yang menginginkan adanya tenaga kerja yang mempunyai skill di bidang komputer serta memahami akuntansi sebagai bahasa bisnis.
Saat ini, tenaga kerja yang memenuhi persyaratan skill di bidang tersebut masih terasa sangat kurang dan tenaga kerja dengan skill akuntansi dan komputer akan selalu diperlukan selama masih terdapat perusahaan-perusahaan dan organisasi-organisasi lain yang memerlukan akuntansi berkomputer dalam operasinya.
Perkembangan industri saat ini telah memicu perkembangan ke enterprise information system, yaitu sistem informasi yang akan diterapkan pada ruang lingkup yang besar dari perusahaan. Besar disini meliputi jangkauan transaksi serta area yang luas meliputi seluruh dunia. Hal tersebut dimungkinkan karena perkembangan teknologi Intranet, Internet, serta Extranet yang sangat pesat. EIS mempunyai inti pada dua bidang, yaitu serta pengetahuan bisnis. Hal tersebut merupakan inti dari program studi Komputerisasi Akuntansi.
Dalam program studi ini, mahasiswa dididik untuk mempunyai pola pikir sebagai pengembang sistem informasi akuntansi. Dengan pola pikir tersebut, mahasiswa akan diuntungkan karena selain mampu mengembangkan sistem informasi akuntansi sendiri, mahasiswa juga mengetahui bagaimana seharusnya suatu software akuntansi bekerja. Dengan demikian, lulusan dari program studi Komputerisasi Akuntansi tidak akan mengalami kesulitan menggunakan berbagai software akuntansi.
Dalam kaitan sebagai pengembang sistem informasi akuntansi, mahasiswa akan dididik secara konsisten untuk menggunakan piranti dan metodologi yang berbasis Object-Oriented karena metodologi serta piranti tersebut yang banyak digunakan oleh industri pada saat ini dan masa yang akan datang. Metodologi seperti RUP, Extreme Programming, serta metodologi-metodologi Agile lainnya seharusnya dipahami dengan baik oleh mahasiswa karena merupakan materi yang diajarkan di Komputerisasi Akuntansi. Demikian juga dengan piranti pemodelan berbasis UML merupakan kompetensi dari mahasiswa Komputerisasi Akuntansi. Seiring dengan makin meningkatkan penggunaan software open source di masa kini dan masa yang akan datang (komitmen dari Oracle, IBM, serta HP menunjukkan hal tersebut), program studi Komputerisasi Akuntansi mendeklarasikan diri sebagai program studi yang memfokuskan diri pada peranti berbasis open source mulai dari awal kuliah sampai mahasiswa lulus.
Sementara itu, dalam kaitannya dengan sistem informasi akuntansi, mahasiswa akan mendapatkan materi yang memadai dalam hal akuntansi serta sistem akuntansi. Akuntansi manual mulai dari akuntansi pengantar, akuntansi keuangan menengah dan lanjut, akuntansi kos dan akuntansi manajemen akan memberi bekal yang memadai bagi lulusan Komputerisasi Akuntansi. Berbagai materi pendukung lainnya untuk kepentingan pengembangan diri (seperti etika bisnis dan profesi, aspek legal, dan lain-lain) dan pengkayaan wawasan bisnis juga diharapkan akan memperkuat lulusan dari Komputerisasi Akuntansi.
12.2. Sekilas Program Studi Komputerisasi Akuntansi
Program studi Komputerisasi Akuntansi di STMIK AKAKOM didirikan pada tahun 1999. Pada saat berdiri, program studi Komputerisasi Akuntansi memperoleh status Terdaftar berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor 39/DIKTI/Kep/1999. Setelah itu program studi Komputerisasi Akuntansi terus menerus berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas dan statusnya.
Untuk keperluan tersebut, program studi Komputerisasi Akuntansi mengajukan permintaan untuk akreditasi pada tahun 2006 dan menghasilkan keputusan Terakreditasi dengan nilai B pada tahun 2006 berdasarkan SK BAN Perguruan Tinggi Nomor 017/BAN-PT/Ak-VI/Dip-IIII/XII/2006 tanggal 30 Desember 2006. Peningkatan status tersebut merupakan bukti kemauan dari pihak akademis untuk selalu memberikan peningkatan kualitas pendidikan.
12.3. Kompetensi
12.3.1. Kompetensi Umum
[1] Mampu mengimplementasikan TI secara kreatif dan inovatif di masyarakat
[2] Mampu mengembangkan diri untuk peningkatan wawasan dan keahlian
[3] Mampu beradaptasi dan bekerjasama dalam team work
[4] Mampu berkomunikasi aktif dalam bahasa internasional
[5] Mampu menjunjung tinggi etika dan profesionalisme
12.3.2. Kompetensi Khusus
[1] Mampu membangun aplikasi akuntansi berbasis web.
[2] Menguasai akuntansi bidang pajak
[3] menguasai tool akuntansi
12.3.3. Gradasi Kompetensi
[1] Tahun ke-1 : "Mampu Menyusun Laporan keuangan Perusahaan Berbasis IT"
[2] Tahun ke-2 :"Mampu menyusun dan Melakukan penghitungan Pajak berbasis IT"
[3] Tahun ke-3:"Mampu Menyusun sistem akuntansi berbasis IT"
12.3.4. Usaha
Untuk mencapai kompetensi tersebut, program studi Komputerisasi Akuntansi melakukan berbagai aktivitas belajar mengajar serta aktivitas-aktivitas lain untuk menambah nilai. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Workshop peranti pengembangan serta aplikasi berbasis open source
2. Kuliah umum berkaitan dengan kompetensi utama tersebut.
3. Kunjungan ke industri
4. Evaluasi kurikulum secara periodik
5. Peningkatan kualitas dosen (pendidikan lanjut maupun mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kompetensi utama jurusan)
6. Memfasilitasi kelompok belajar (Python, Linux. GNUCash, Akuntansi)
7. Meningkatkan skill dalam berbahasa Inggris, TOEFL menjadi syarat kelulusan
8. Evaluasi kinerja dosen.
12.4. Peluang Karir
Hasil pengamatan dan survey pada berbagai lapangan kerja yang tersedia serta lulusan Komputerisasi Akuntansi yang telah diserap di dunia kerja menunjukkan bahwa lulusan program studi ini mempunyai prospek yang sangat cerah. Beberapa peluang karir dari lulusan ini antara lain:
1. Pengembang sistem informasi, khususnya sistem informasi akuntansi
2. Accounting software maintenance
3. Analis sistem
4. Pengembang web e-commerce
5. Auditor sistem informasi
6. Pekerja dalam sistem akuntansi
12.5. Syarat Kelulusan
Untuk menyelesaikan pendidikan pada program studi Komputerisasi Akuntansi - D3, mahasiswa diwajibkan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 110 sks, dengan mata kuliah wajib sejumlah 80 sks, dan sisanya merupakan mata kuliah pilihan. Persyaratan mata kuliah wajib sebesar 80 sks ini dapat dipenuhi dengan mengambil semua mata kuliah wajib. Semua mata kuliah wajib dan praktikum nilai minimum adalah C (nilai D berarti tidak lulus).
1. Tugas Akhir .Tugas akhir mahasiswa, sesuai dengan misi serta visi yang telah ditetapkan di atas, berupa pembuatan software dalam bidang akuntansi. Meskipun pemilihan peranti untuk pembuatan software tersebut bebas, mahasiswa dianjurkan menggunakan peranti berbasis teknologi obyek dan merupakan free software atau open source development tools. Tugas akhir mempunyai bobot 4 SKS dan harus diambil oleh setiap mahasiswa.
[1] Tujuan
1) Melatih mahasiswa untuk dapat berfikir secara logis dan sistematis
2) Melatih kemandirian sekaligus team work dalam menyelesaikan permasalahan
3) Melatih kemampuan dalam penggunaan produk-produk / tools dalam bidang Teknologi Informasi
4) Mempersiapkan mahasiswa untuk hidup bermasyarakat, melanjutkan studi, atau memasuki dunia kerja.
[2] Syarat pengambilan tugas akhir
Mahasiswa yang akan mengambil tugas akhir disyaratkan sebagai berikut :
1) Telah menempuh sekurang-kurangnya 80 sks dengan IPK ≥ 2.00 terbaik
2) Terdaftar pada semester yang bersangkutan
3) Mencantumkan tugas akhir di KRS dan mendaftarkan ke bagian Administrasi Akademik.
[3] Pelaksanaan Tugas Akhir
Pada dasarnya, pelaksanaan tugas akhir mahasiswa dibawah bimbingan dosen pembimbing tugas akhir yang sesuai dengan topik yang diambil tugas akhirnya. Mahasiswa memilih sendiri dosen pembimbing tugas akhirnya, saat mendaftarkan diri di bagian Administrasi Akademik.
1.2.6. Kurikulum Program Studi Sistem Informasi
Untuk melihat kurikulum Program Studi Sistem Informasi silahkan Download File
Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi
Audit Sistem Informasi Komputerisasi Akuntansi
Penggunaan sistem informasi akuntansi yang berbasis komputer oleh sebuah organisasi / perusahaan bisnis dan organisasi lainya sekarang ini semakin terlihat perkembangannya. Penggunaan aplikasi akuntansi berbasis komputer juga berdampak cukup signifikan bagi seorang yang berprofesi sebagai akuntan. Kompleksitas masalah-masalah yang ada didalam lingkungan Pemrosesan Data Elektronik mendorong seorang auditor untuk mengembangkan prosedur dan teknik untuk mengendalikan dan memeriksa sistem akuntansi berbasis komputer yang lebih rumit. Perubahan yang fundamental akibat kemajuan teknologi juga menyebabkan terjadinya kesalahan-kesalahan, baik tindak kecurangan maupun kelalaian, dalam bentuk yang sama sekali baru. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencegahan terhadap segala bentuk kesalahan oleh komputer dan pengamanan terhadap sistem informasi berbasis komputer tersebut dapat dilakukan dengan audit sistem informasi akuntansi.
Audit
Pengertian Audit menurut Arens, et al. (2003) yang diterjemahkan oleh Kanto Santoso, Setiawan dan Tumbur Pasaribu : ”Audit adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti tentang informasi ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian info rmasi ekonomi tersebut dengan kriteria- kriteria yang telah ditetapkan, dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut”.
Sistem Informasi
Definisi sistem informasi menurut Ali Masjono Mukhtar, adalah: ”Suatu pengorganisasian peralatan untuk mengumpulkan, menginp ut, memproses, menyimpan, mengatur, mengontrol, dan mela- porkan informasi untuk pencapaian tujuan perusahaan.”
Komputerisasi
Komputerisasi yang berasal dari kata komputer (Computer) diambil dari bahasa latin ”Computare” yang berarti menghitung (to compute atau reckon). Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan dimemori (stored program). Komputerisasi merupakan aktivitas yang berbasis pada komputer (Computer Based System).
Akuntansi
Akuntansi (Accounting) menurut (Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel, 1999):
“Accounting is process of three activities : identifying, recording and communicating the economic events of an organization (business or non business) to interested users of the information.”
Karakteristik sistem informasi komputerisasi akuntansi terdiri dari :
1.Akuntansi yang berbasis pada sistem informasi komputerisasi akuntansi dapat menghasilkan buku besar yang berfungsi sebagai gudang data (data warehouse). Di mana seluruh data yang tercantum dalam dokumen sumber dicatat dengan transaction processing software ke dalam general ledger yang diselenggarakan dalam bentuk shared data base sehingga dapat diakses oleh personel atau pihak luar yang diberi wewenang.
2.Pemakai informasi akuntansi dapat memanfaatkan informasi akuntansi dengan akses secara langsung ke shared data base.
3.Sistem informasi komputerisasi akuntansi dapat menghasilkan informasi dan laporan keuangan multi dimensi.
4.Sistem informasi komputerisasi akuntansi sangat mengandalkan pada berfungsinya kapabilitas perangkat keras dan perangkat lunak.
5.Jejak audit pada sistem informasi komp uterisasi akuntansi menjadi tidak terlihat dan rentan terhadap akses tanpa izin.
6.Sistem informasi komputerisasi akuntansi dapat mengurangi keterlibatan manusia, menuntut pengintegrasian fungsi, serta menghilangkan sistem otorisasi tradisional.
7.Sistem informasi komputerisasi akuntansi mengubah kekeliruan yang bersifat acak ke kekeliruan yang bersistem namun juga dapat menimbulkan risiko kehilangan data.
8.Sistem informasi komputerisasi akuntansi menuntut pekerja pengetahuan (knowledge worker) dalam pekerjaannya.
Tujuan audit sistem in formasi komputerisasi akuntansi adalah untuk mereview dan mengevaluasi pengawasan internal yang digunakan untuk menjaga keamanan dan memeriksa tingkat kepercayaan sistem informasi serta mereview operasional sistem aplikasi akuntansi yang digunakan.
Rabu, 17 Juli 2013
Cara praktis menyusun Jurnal Penyesuaian dengan benar
Jurnal Penyesuaian
merupakan jurnal yang harus disusun karena terdapat kondisi keuangan
yang perlu disesuaiakan. Kondisi keuangan yang perlu disesuaikan
tersebut terkait dengan berkurangnya atau bertambahnya nilai suatu akun.
Misalnya saja terdapat penyusutan nilai mesin atau gedung, ataupun
adaya penambahan utang gaji dan sebagainya, untuk lebih jelas silahkan
baca postingan sebelumnya tentang Hakikat jurnal penyesuaian.
Dalam Postingan ini akan di jelaskan tentang:
Tips menganalisis ayat jurnal penyesuaian dengan benar
Agar
lebih memahami teknik penyusunan jurnal penyesuaian maka dalam
pembahasan ini akan dilakukan dengan menyediakan soal dan pembahasan
penyusunan jurnal penyesuaian, Silahkan anda baca dan pahami dahulu soal (transaksi dan ayat jurnal penyesuaian dibawah ini)
Transaksi yang terjadi:
Tanggal 2 mei tahun 2012 : Saya mendirikan salon yang diberi nama
"Salon efi" dengan menyetorkan uang sebesar Rp 7.500.000
Tanggal 3 Mei tahun 2012 : Dibayar sewa ruangan Rp 600.000 untuk satu
tahun secara tunai
Tanggal 4 Mei tahun 2012 : Dibayar tunai peralatan Rp 2.000.000
Tanggal 5 Mei tahun 2012 : Dibayar perlengkapan secara kredit Rp 500.000
Tanggal 6 Mei tahun 2012 : Dibayar Iklan Rp 250.000 secara tunai
Tanggal 15 Mei tahun 2012 :
a) Dibayar Gaji Karyawan untuk 15 hari
(tanggal 1 mei sampai 15 mei) Rp 360.000,
b) Diterima hasil jasa Rp 1.000.000
Tanggal 19 Mei Tahun 2012 : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp 300.000
Tanggal 20 Mei tahun 2012 : Diterima pinjaman dari bank Rp 15.000.000
Tanggal 23 Mei tahun 2012 :
a) Dibeli Peralatan RP 1.900.0000 secara tunai
b) Dibayar hutang Rp 250.000
Tanggal 31 Mei tahun 2012 :
a) Diterima hasil jasa Rp 2.250.000
b) Dibayar Gaji karyawan Rp 360.000
c) Saya Mengambil uang dari kas untuk kepentingan keluarga
sebesar Rp 500.000
Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) per 31 Mei 2012:
1. Peralatan diperhitungkan dapat dipakai lima (5) tahun.
2. Perlengkapan yang belum dipakai sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 senilai Rp 125.000
3. Utang Bank diatas dengan Bungan 12% pertahun, bunga dibayar setiap bulan pada tanggal 23.
4. Sewa Ruangan diatas dicatat sebagai Beban.
Setelah
anda membaca dan memahami transaksi yang terjadi selanjutnya akan
dilakukan pembahasan tentang analisis AJP dan Penyusunan Jurnal
Penyesuaian, Silahkan simak pembahasan berikut ini:
Berdasarkan
AJP yang telah anda baca di atas maka diketahui terdapat empat (4)
Kondisi yang memerlukan penyesuaian yaitu Penyusutan Peraltan, adanya
Beban Perlengkapan, Utang Bunga bank dan Beban sewa.
Analisis Jurnal Penyesuaian Penyusutan peralatan
Penyusutan
peralatan harus dibuatkan jurnal penyesuaian karena peralatan yang
telah terpakai selama waktu pemakaian dicatat sebagai beban.
Telah
diketahuai bahwa pada Tanggal 4 Mei Salon Efi membeli peralatan senilai
Rp 2.000.000 dan pada tanggal 23 Mei senilai Rp 1.900.000 secara tunai
Jadi jumlah total peralatan yang dimiliki Salon efi senilai Rp
3.900.000.
Diketahui
dari AJP bahwa peralatan tersebut dapat dipakai selama 5 tahun (Umur
ekonomis 5 th), sedangkan peralatan tersebut baru dipakai selama 1 bulan
(tanggal 4 sampai 31 mei 2012) jadi terdapat pengurangan atau
penyusutan nilai peralatan dalam 1 bulan.
penyusutan peralatan selama 1 bulan dapat dihitung sebagai berikut:
(2000.000+1900.000)/ (5X12) = 65.000
Keterangan:
2000.000 : Nilai peralatan yang dibeli tanggal 4 mei
1900.000 : Nilai Peralatan yang dibeli tanggal 23 Mei
5 : 5 Tahun (Umur Ekonomis)
12 : Jumlah bulan dalam 1 tahun.
Jadi Jurnal Penyesuaian yang disusun adalah:
Beban Penyusutan Peralatan .............. Rp 65.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan .............Rp 65.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Perlengkapan
Perlengkapan
perlu dibuat jurnal penyesuaian karena perlengkapan yang telah terpakai
dicatat sebagai beban bukan lagi Perlengkapan.
Diketahuai
bahwa pada tanggal 5 mei Salon efi membeli perlengkapan senilai Rp
500.000, Sedangkan sampai dengan 31 mei perlengkapan yang belum terpakai
(tersisa) senilai Rp 125.000.
Jadi
perlengkapan yang telah terpakai tidak lagi dicatat sebagai
perlengkapan tetapi dicatat sebagai beban perlengkapan, sehingga perlu
dibuat penyesuaian.
Perlengkapan yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut:
Perlengkapan terpakai = Total Perlengkapan - Perlengkapan yang tersisa
= 500.000 - 125.000
= 375.000
Jadi Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
Beban Perlengkapan ............... Rp 375.0000
Perlengkapan ......................Rp 375.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Utang Bunga Bank
Utang bunga perlu dibuat penyesuaian karena bunga bank tersebut telah menjadi beban Salon efi namun belum dicatat sehingga perlu dicatat.
Diketahui
bahwa pada tanggal 20 Mei Salon efi meminjam uang di bank sebesar Rp
15.000.000, dan diketahui dalam AJP bahwa dari pinjaman tersebut Salon
efi dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan harus dibayar setiap
tanggal 23 tiap bulan.
Jadi dalam hal ini kita mencari nilai utang bunga yang telah menjadi beban bunga yang harus dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Perhitungan beban bunga dapat dihitung sebagai berikut:
Pembayaran bunga setiap tanggal 23 mei sehingga yang menjadi beban bunga mulai tanggal 23 sampai 31 mei yaitu 8 hari.
Perhitungan:
Bunga 1 tahun ; 12% x 15.000.000 = Rp 1.800.000
Bunga 1 bulan ; 1.800.000 : 12 = Rp 150.000
Bunga 1 Hari ; 150.000 : 30 = Rp 5000
Jadi Bunga 8 hari ; 5000 x 8 = Rp 40.000
Dengan Demikian Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
Beban Bunga Bank ........ RP 40.000
Utang Bunga Bank ......Rp 40.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Beban Sewa dibayar di muka
Diketahui bahwa pada tanggal 3 Mei dibayar sewa ruangan untuk satu tahun sebesar Rp 600.000, dan di AJP diketahui bahwa sewa ruangan tersebut dicatat sebagai beban.
Berdasarkan
kondisi tersebut maka pada ahir bulan mei perlu dibuat penyesuaian
terhadap sewa ruangan sehingga laporan keuangan yang dibuat Salon efi
menunjukan nilai beban sewa yang sebenarnya.
Perhitungan:
Sewa 1 tahun = Rp 600.000
Sewa 1 bulan ; Rp 600.000 : 12 = 50.000
Jadi beban sewa bulan mei adalah Rp 50.000, Sehingga dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
Beban sewa Ruangan..............Rp 550.000
Jika
anda bertanya mengapa dalam jurnal penyesuaian nilai sewa dibayar
dimuka dan beban sewa sebesar RP 550.000 Bukan Rp 50.000????
Maka jawabnya adalah:
Karena
pada saat transaksi pembayaran sewa ruangan pada tanggal 3 mei sebesar
600.000 dijurnal umum dicatat sebagai beban, untuk jelasnya sbb:
Beban sewa ruangan ....... Rp 600.000
Kas .......................Rp 600.000
Sedangkan
beban sewa ruangan yang dicatat tersebut diatas untuk satu tahun
padahal sekarang baru berjalan satu bulan, sehingga agar dalam laporan
keuangan khususnya laporan laba-rugi akun beban sewa menunjukan nilai
yang sebenarnya yaitu Rp 50.000
maka disusun Jurnal Penesuaian sebagai berikut:
Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
Beban sewa Ruangan...............Rp 550.000
Nah
jika kita perhatikan akun beban sewa dalam jurnal umum posisinya adalah
Debit sebaliknya akun beban sewa dalam jurnal penyesuaian posisinya
Kredit, sehingga saldo beban sewa diperoleh dari nilai beban sewa debit
dikurangi nilai beban sewa kredit. Jadi dalam laporan laba rugi nilai
akun beban sewa adalah:
Rp
600.000 - Rp 550.000 = Rp 50.000. Dengan demikian akun beban sewa dalam
laporan laba-rugi menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000.
BENTUK BUKU BESAR
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
BENTUK BUKU BESAR
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Let's Sharing Knowledge and Information
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Definisi, Unsur, dan Bentuk Laporan Laba Rugi
Posted by Admin
0
komentar
Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan hasil kegiatan operasi perusahaan selama satu periode atau satu tahun.
Unsur Laporan Laba Rugi
1. Penghasilan / Pendapatan / Penjualan
Yaitu aliran penerimaan kas atau harta lain yang diterima sebagai akibat penjualan barang / jasa.
2. Biaya
Yaitu harga pokok barang yang dijual dan pengeluaran - pengeluaran lain dalam rangka memperoleh penghasilan.
3. Laba / Rugi
yaitu
selisih antara penghasilan yang diterima perusahaan dengan biaya yang
dikeluarkan. Jika penghasilan besar maka perusahaan akan memperoleh
laba.
Bentuk Laporan Laba Rugi
1. Single Step
Dimana Penyusunan laba rugi dengan mengambil total kelompok rekening yang ada didalam laporan laba rugi.
2. Multiple Step
Yaitu dengan mengelompokkan perkiraan - perkiraan laba rugi sesuai dengan bagiannya yang dilaporkan secara utuh.
SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT BAGI ANDA
Judul: Definisi, Unsur, dan Bentuk Laporan Laba Rugi
Ditulis oleh Admin
Rating Blog 5 dari 5
Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://chalouiss.blogspot.com/2012/09/definisi-unsur-dan-bentuk-laporan-laba.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Admin
Rating Blog 5 dari 5
<p>Your browser does not support iframes.</p>
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Arsip Blog
-
▼
2012
(50)
-
▼
September
(35)
- Klasifikasi Komputer berdasarkan Data yang di olah...
- Definisi Komputer
- Manfaat Komputer Dalam Bidang Lain
- Kelamaan Duduk Menyebabkan Mati Muda
- Udara Segar Berkat Lidah Mertua
- Manfaat Kopi Untuk Kesehatan
- Tetap Sehat Selama Berpuasa
- Khasiat Daun Sikaduduak
- Khasiat Kulit Pisang
- Berkujung ke Simatalu
- Penyakit Leukimia atau Kanker Darah
- Lidah Buaya Penangkal Jerawat
- Manfaat Tomat Untuk Kesehatan
- Scroll Box Border Code
- Membuat Scroll Box
- Contoh Persamaan Akuntansi
- Profesi Seorang Akuntan
- Pengertian dan Bentuk Perusahaan atau Badan Usaha
- Definisi, Unsur, dan Bentuk Laporan Laba Rugi
- Definisi, Klasifikasi, dan Bentuk Neraca
- Bidang - Bidang dalam Akuntansi
- Definisi, Tujuan dan Kegiatan Akuntansi
- Air Terjun Berasap Kerinci
- Bukit Langkisau Tempat Wisata Olahraga Paralayang
- Faktor Penyebab Susah Konsentrasi
- Menghilangkan Bau Sepatu Dengan Kopi
- Zuckerberg eyes mobile after Facebook IP
- Wisata Pantai Aie Manih ( Pantai Air Manis )
- Menghilangkan Tombol Edit atau Quick Edit Blogger
- Fungsi Linear dan contoh soal
- Rakyu atau Akal Pikiran (Ijtihad)
- Al-Hadis : Arti dan Fungsinya
- Al-Qur`an : Isi dan Sistematikanya
- Sumber Hukum Islam
- Definisi Perusahaan dan Faktor Produksi
-
▼
September
(35)
chalouiss blog. Powered by Blogger.
ShareThis Copy and Paste
- See more at: http://chalouiss.blogspot.com/2012/09/definisi-unsur-dan-bentuk-laporan-laba.html#sthash.vq6G20V3.dpufCara Membuat Laporan Keuangan
Cara Membuat Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah suatu laporan yang berguna untuk menyampaikan
informasi keuangan yang dapat dipercaya kepada pihak yang
berkepentingan. Laporan keuangan memuat beberapa hal, diantaranya harta,
utang, modal, dan semua pendapatan yang diperoleh serta beban-beban
yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu dalam rangka untuk
mendapatkan laba atau keuntungan.
Berikut tujuan pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan:
1. Memberikan informasi keuangan mengenai aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan yang dapat dipercaya.
2. Memberikan informasi yang bisa dipercaya tentang perubahan
aktiva bersih atau neto (aktiva yang telah dikurangi kewajiban) suatu
perusahaan.
3. Memberikan informasi keuangan yang digunakan oleh pemakai
laporan untuk menaksirkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
Penyusunan laporan keuangan biasanya akan dimulai dari laporan laba
rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas. Berikut
penjelasan masing-masing laporan keuangan tersebut:
Laporan Laba Rugi
Laporan mengenai kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Di dalam laporan ini akan disajikan seluruh pendapatan dan beban-beban atau pengeluaran suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Apabila pendapatan perusahaan lebih besar dari pengeluarannya, maka dapat dikatan perusahaan mengalami laba. Dan sebaliknya apablia perusahaan pengeluarannya lebih besar dari pendapatannya, maka dapat dikatakan perusahaan mengalami kerugian. Ada beberapa hal yang harus termuat dalam penyusunan laporan laba rugi:
Laporan Laba Rugi
Laporan mengenai kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Di dalam laporan ini akan disajikan seluruh pendapatan dan beban-beban atau pengeluaran suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi. Apabila pendapatan perusahaan lebih besar dari pengeluarannya, maka dapat dikatan perusahaan mengalami laba. Dan sebaliknya apablia perusahaan pengeluarannya lebih besar dari pendapatannya, maka dapat dikatakan perusahaan mengalami kerugian. Ada beberapa hal yang harus termuat dalam penyusunan laporan laba rugi:
1. Nama perusahaan harus dituliskan
2. Jenis laporan harus dituliskan, dalam hal ini jenis laporannya adalah laporan laba/rugi
3. Menyajikan atau menuliskan periode laporan
4. Menyajikan atau menuliskan seluruh pendapatan dan beban secara
rinci dan lengkap. Penulisan beban diawali dari beban yang jumlahnya
paling besar sampai yang terkecil, kecuali untuk beban lain-lain
dituliskan paling bawah.
Ada dua cara untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu dengan cara single
step (bentuk tunggal/langsung) dan multiple step (bentuk
ganda/bertahap). Berikut akan dibahas bentuk laporan keuangan single
step:
sebaliknya jika rugi akan mengurangi
modal. Yang dimaksud laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar
perubahan modal yang terjadi dalam periode tertentu.
Komponen-komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi adalah:
1. Modal awal, modal yang dimiliki pada awal tahun
2. Tambahan investasi pemilik, setoran tambahan dari pemilik yang terjadi selama satu periode akuntansi.
3. Laba atau rugi, hasil yang diperoleh perusahaan dalam satu periode akuntansi.
4. Pengambilan pribadi, uang yang diambil oleh pemilik untuk keperluan pribadi.
5. Modal akhir, modal yang terdapat di akhir tahun.
Catatan: laba bersih yang terdapat dalam laporan perubahan modal harus
sama dengan jumlah laba bersih yang ada pada laporan laba rugi.
Berikut contoh penyusunan laporan perubahan modal:
Neraca
Neraca berisa tentang posisi harta, utang, dan modal perusahaan yang
disusun dengan sistematis dalam suatu periode akuntansi. Ada dua macam
bentuk penyajian neraca, yaitu bentuk skontro (horizonta) dan bentuk
stafel (laporan). Berikut contoh penyajian neraca dalam bentuk skontro:
Laporan Arus Kas
Laporan ini menunjukkan adanya aliran kas masuk dan kas keluar suatu perusahaan. Berikut contoh laporan arus kas:
Keterangan:
Untuk penerimaan kas dari pelanggan diperoleh dari pendapatan yang
diterima perusahaan sebesar Rp. 4.000.000 yang dicatat di dalam jurnal
umum, sedangkan saldo kas awal periode diperoleh dari setoran awal
pemilik perusahaan sebesar Rp. 5.000.000 yang dicatat dalam jurnal umum.
Bagi Anda yang kurang memahami tentang penyusunan jurnal umum, berikut contoh latihan penyusunan jurnal umum.
Laporan laba rugi
I
|
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
- Pendapatan dari penjualan
- Dikurangi Beban pokok penjualan
- Laba/rugi kotor
- Dikurangi Beban usaha
- Laba/rugi usaha
- Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
- Laba/rugi sebelum pajak
- Dikurangi Beban pajak
- Laba/rugi bersih
Daftar isi |
Contoh Laporan
- LAPORAN LABA RUGI -±
per 31 Desember
Pendapatan dari penjualan Rp. 99.980.000
Harga Pokok Penjualan Rp. 25.000.000
---------- (-)
Laba Kotor 74.980.000
Biaya Operasional:
- Biaya Pemasaran Rp. 5.000.000
- Biaya Administrasi & Umum Rp. 1.250.000
---------- (+)
6.250.000
---------- (-)
Laba Usaha Rp. 68.740.000
Pendapatan Lain-lain Rp. 125.000
---------- (+)
Laba sebelum Bunga dan Pajak Rp. 68.865.000
Bunga Rp. 199.000
---------- (+)
Laba sebelum Pajak Rp. 69.064.000
Pajak Rp. 1.275.000
---------- (-)
Laba Bersih Rp. 67.789.000
==========
Langganan:
Postingan (Atom)





