Rabu, 17 Juli 2013

Laporan Keuangan dan Unsur-Unsurnya


  • Laporan Laba Rugi (Income Statement) adalah suatu laporan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam suatu periode akuntansi atau satu tahun. Secara umum laporan laba rugi terdiri dari unsur pendapatan dan unsur beban usaha. Pendapatan usaha dikurangi beban usaha akan menghasilkan laba usaha.
  1. Pendapatan adalah kenaikan kekayaan perusahaan akibat penjualan produk perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan usaha normal. 
  2. Beban Usaha adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa yang digunakan didalam usaha normal perusahaan dan bermanfaat pada suatu periode tertentu. Beban usaha terdiri dari berbagai beban yang berbeda anatar satu perusahaan dengan yang lainnya, seperti beban gaji, beban transportasi, beban listrik dan telepon, dan sebagainya. (Lihat Gambar A.1 Contoh Laporan Laba Rugi)
  • Laporan Perubahan Modal (Statement of Owner's Equity) adalah suatu laporan yang menunjukkan perubahan modal pemilik atau laba yang tidak dibagikan suatu periode akuntansi akibat transaksi usaha selama periode tersebut. Secara umum, pada sebuah perusahaan perseorangan, laporan perubahan modal terdiri dari unsur modal, laba usaha dan prive. Modal pada awal periode ditambah dengan laba usaha periode tersebut, lalu dikurangi dengan prive yang dilakukan pemilik perusahaan, akan menghasilkan modal pada akhir periode.
  1. Modal adalah harta kekayaan yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan ke dalam perusahaan yang dimilikinya.
  2. Laba Usaha adalah selisih antara pendapatan yang diperoleh perusahaan pada suatu periode dengan beban usaha yang dikeluarkannya pada periode tersebut.
  3. Prive adalah pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan. (Lihat Gambar A.2 Contoh Laporan Perubahan Modal)
  • Neraca (Balance Sheet) adalah suatu daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh. Secara umum neraca dibagi ke dalam 2 sisi, yaitu sisi aktiva dan sisi pasiva. Sisi aktiva merupakan daftar kekayaan yang dimiliki perusahaan pada suatu saat tertentu. Sedangkan sisi pasiva merupakan sumber dari mana harta kekayaan tersebut diperoleh. Sumber kekayaan tersebut terdiri dari 2 kelompok besar, yaitu utang dan modal. Karena itu jumlah aktiva dan pasiva harus selalu sama dan seimbang (balance).
  1. Aktiva adalah harta kekayaan yang dimiliki perusahaan pada suatu periode tertentu. Kekayaan tersebut dapat berupa uang (kas), tagihan (piutang), persediaan barang dagangan, peralatan kantor, kendaraan, bangunan, tanah, dan sebagainya.
  2. Utang adalah kewajiban untuk membayar kepada pihak lain sejumlah uang, barang atau jasa di masa mendatang akibat transaksi di masa lalu. Utang di neraca menunjukkan bahwa sebagian dari harta kekayaan yang dimiliki perusahaan berasal dari pinjaman kepada pihak lain di masa lalu.
  3. Modal adalah harta kekayaan yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan ke dalam perusahaan yang dimilikinya. Harta kekayaan yang ditanamkan pemilik di dalam perusahaan dapat berupa uang tunai, bangunan, mesin, tanah, dan sebagainya. (Lihat Gambar A.3 Contoh Neraca)
  • Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) adalah suatu laporan yang menunjukkan aliran uang tunai yang diterima dan digunakan perusahaan di dalam satu periode akuntansi, beserta sumber-sumbernya. Walaupun terdapat begitu banyak aktifitas yang dilakukan suatu perusahaan dengan berbagai keunikan produknya, tetapi secara umum semua aktifitas perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok aktivitas utama berkaitan dengan penyusunan laporan arus kas. Ketiga kelompok aktifitas utama tersebut adalah :
  1. Aktifitas Operasi yaitu berbagai aktifitas yang berkaitan dengan upaya perusahaan untuk menghasilkan produk, sekaligun semua upaya yang terkait dengan upaya menjual produk tersebut. Berarti, semua aktifitas yang berkaitan dengan upaya untuk memperoleh laba usaha dimasukkan ke dalam kelompok ini. Karena itu di dalam aktifitas ini tercakup beberapa aktifitas utama, yaitu : penjualan produk perusahaan, penerimaan piutang, pendapatan dari sumber di luar usaha utama, pembelian barang dagangan, pembayaran beban tenaga kerja, prmbayaran beban-beban usaha lainnya.
  2. Aktifitas Investasi adalah sebagai aktifitas yang terkait dengan pembelian dan penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber pendaapatan perusahaan. Seperti pembelian dan penjualan gedung, tanah, mesin, kendaraan, pembelian obligasi/saham perusahaan lain dan sebagainya.
  3. Aktifitas Pembiayaan adalah semua aktifitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung operasi perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumber beserta konsekuensinya. Misalnya penerbitan surat utang, penerbitan obligasi, penerbitan saham baru, pembayaran deviden, pelunasan utang, dan sebagainya. Tetapi secara umum, aktifitas pembiayaan dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu : perolehan modal dari pemilik beserta kompensasinya dan perolehan harta dari utang beserta pembayaran kembali utang yang dipinjam. (Lihat Gambar A.4 Contoh Laporan Arus Kas)
(Gambar A.1 Laporan Laba Rugi)
(Gambar A.2 Laporan Perubahan Modal)
(Gambar A.3 Neraca)
(Gambar A.4 Laporan Arus Kas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar